Museum Timah Indonesia Muntok, Merekam Bukti Kekayaan Alam Bumi Serumpun Sebalai

Museum Timah Indonesia Muntok – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai daerah paling kaya akan sumber daya alam timah di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil timah terbesar di dunia. Aktivitas penambangan timah di Bangka Belitung sendiri diperkirakan telah berlangsung lebih dari 200 tahun.

Pada masa kolonial, pertambangan timah di Bangka dikelola oleh badan usaha pemerintah kolonial Banka Tin Winning Bedrijf (BTW) yang dibentuk pada tahun 1816. Sementara di Belitung dan Singkep, dikelola oleh perusahaan swasta Belanda, masing-masing Gemeeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Biliton (GMB) dan NV Singkep Tin Exploitatie Maatschappij (NV SITEM).

Masih dalam rangkaian jelajah Pesona Pangkalpinang, kali ini saya dan rombongan mengunjungi salah satu peninggalan dari pertambangan timah di era kolonial, yaitu sebuah bangunan yang kini diabadikan menjadikan Museum Timah Indonesia Muntok. Berdiri kokoh di Jl. Jenderal Soedirman, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Museum Timah Indonesia Muntok menjadi saksi perekam sejarah bukti kekayaan alam Bumi Serumpun Sebalai (julukan Provinsi Kepualauan Bangka Belitung) akan timah yang melimpah ruah.

Museum Timah Indonesia Muntok tampak depan
Museum Timah Indonesia Muntok tampak depan

Terletak di klaster kawasan Eropa kota Muntok (koordinat 2°03’44.2″S 105°09’57.9″E), salah satu kawasan urban tertua di Bangka yang didesain dalam klaster Eropa,  Cina dan Melayu,  Museum Timah Indonesia Muntok, atau yang dikenal juga dengan Museum Timah Muntok, merupakan satu dari dua museum timah yang ada di Pulau Bangka. Satu laginya ada di Pangkalpinang, Jl. Ahmad Yani No. 17.

Prasasti peresmian Museum Timah Indonesia Muntok
Prasasti peresmian Museum Timah Indonesia Muntok

Museum Timah Indonesia Muntok

Museum Timah Indonesia Muntok dahulunya adalah Kantor Penambangan Timah Bangka di Muntok (eks Kantor Kawilasi) yang dibangun pada tahun 1915. Pada dinding depan bagian atas, masih tertulis “Hoofdbureau Banka Tinwinning” yang menjadi identitas bangunan Museum Timah Indonesia Muntok pada masanya, yang saat itu berfungsi juga sebagai pusat pemerintahan (Residen) Belanda di Pulau Bangka.

Dalam pengelolaannya, gedung Hoofdbureau Banka Tinwinning kini menjadi salah satu aset dari PT. Timah. Tbk. Bangunan ini direnovasi kembali dan dijadikan sebuah museum edukasi yang tidak hanya menampilkan rekam jejak pertambangan timah di Pulau Bangka, khususnya Muntok, tapi juga menampilkan sejarah awal pembentukan Kota Muntok, sejarah tragedi Kapal Vyner Brooke dan sejarah pengasingan tokoh perjuangan kemerdekaan NKRI.

Menurut sumber setempat, konon Museum Timah ini merupakan bangunan bertingkat pertama di Pulau Bangka. Tidak salah, jika Museum Timah Indonesia Muntok menjadi salah satu landmark kota Muntok, kota yang dahulu pernah menjadi pusat kegiatan pemerintahan dan ekonomi Pulau Bangka.

Berikut ini adalah beberapa foto dari koleksi timah di Museum Timah (klik untuk tampilan lebih besar).

Pasca PT Timah melaksanakan restrukturisasi dengan memindahkan berbagai pusat kegiatan administrasinya ke Pangkalpinang, gedung ini sempat menjadi gedung sekolah, sampai kemudian tidak difungsikan sama sekali. PT Timah, selaku pemilik, melaksanakan restorasi untuk menjadikan gedung ini sebagai Museum Teknologi.

Koleksi yang ditampilkan pada museum ini meliputi artefak-artefak penambangan timah, pakaian tradisional masyarakat muntok, peralatan yang digunakan masyarakat Bangka Belitung sehari-hari, diorama, alat-alat penambangan teimah dan tentu saja berbagai jenis timah.

Buka:

  • Hari: Senin – Kamis; Sabtu – Minggu (Jum’at tutup)
  • Jam: 09.00-16.00 (Istirahat: 12.00 – 13.00) WIB
  • Tiket: Gratis
  • 187 Posts
  • 61 Comments
Kala senggang di antara bekerja sebagai web master sebuah perusahaan travel, nyambi sebagai social media planner dan digital marketing agency, saya sempatkan menulis di blog ini.