Jelajah Pesona Pangkalpinang dengan “Gowes Asmara” bersama Walikota M Irwansyah

Kedatangan peserta Kelas Blogger untuk berkegiatan di Kota Pangkalpinang, ibukota provinsi Bangka Belitung, ternyata mendapat perhatian langsung dan khusus dari Pemerintah Kota Pangkalpinang, khususnya orang nomor wahid di sana, yaitu Walikota Pangkalpinang, M. Irwansyah. Begitu tahu ada rombongan blogger yang akan datang ke Pangkalpinang, walikota yang kabarnya sedang ada kegiatan di luar daerah memilih langsung kembali ke Pangkalpinang (ketika kegiatannya selesai) untuk menyambut kedatangan kami sekaligus menunjukan Pesona Pangkalpinang yang memikat.

Benar saja, malam harinya kami dikabari akan diajak Gowes Asmara berkeliling Pangkalpinang. Gowes Asmara ini akronim dari “Gowes Aspirasi Masyarakat”, dimana walikota beserta jajarannya berinteraksi langsung dengan masyarakat di hari Minggu pagi dengan bersepeda. Masyarakat juga sangat diperbolehkan ikutan langsung kegiatan bersepeda ini.

Beberapa menit sebelum ke rumah dinas walikota yang menjadi titik start Gowes Asmara, saya masih tidak yakin “apa mungkin, seorang walikota sanggup berkeliling di kotanya menggunakan sepeda?”.

Sekitar pukul 05.30 Waktu Bagian Pangkalpinang, saya dan rombongan tiba di rumah dinas walikota. Di sana ternyata sudah tersedia puluhan sepeda berderet yang bebas (kami pilih) untuk digunakan.

Tepat pukul 06.00, pedal sepeda pun mulai kami gowes. Tidak ada aturan protokol yang ketat. Kami boleh ngayuh di belakang, di samping, atau bahkan di depan walikota. Yang penting tetap jaga keselamatan.

Selfie bareng istri dulu sebelum "Gowes Asmara" Pesona Pangkalpinang
Selfie bareng istri dulu sebelum “Gowes Asmara” Pesona Pangkalpinang

Satu kilo, masih seger… ceteklah. Dua kilo, tancap gowes. Tiga kilo, lah ko jalannya mulai menanjak dan menurun. Empat kilo, saya mulai tidak tega melihat istri kelelahan. Lima kilo, kaos mulai basah kuyup. Enam kilo, kamera yang diselempang mulai gak nyaman. Tujuh kilo, kamera mulai dititipkan. Delapan kilo, aduh… mana ini rombongan? Ko tega-teganya meninggalkan saya. Sembilan kilo, perasaan mulai gak enak. Sepuluh kilo, saya cek titik akhir etape pertama bersepeda ini, yaitu Pantai Pasir Padi. Jreng, jreeeeeenggg!!! Ternyata 20 kilometeran.

Sesampainya di Pantai Pasir Padi, istri saya nanya “A, ko kamu kuat sih?” dia gak tau, kalau ni paha sudah mulai gemetaran. Melihat walikota yang masih tampak segar, saya penasaran dengan usianya, saya tanya ke salah seorang rombongan, ternyata beliau kelahiran 1983 dan merupakan salah satu politisi muda PDIP. Wualah, pantesan, umurnya cuma seleisih 4 tahun dari saya, ditambah lagi bersepeda sudah menjadi rutinitasnya.

Di titik etape pertama ini, kami berdiskusi banyak dengan beliau. Terutama mengenai antusiasnya yang begitu tinggi ketika rombongan Kelas Blogger berkunjung ke Pangkalpinang. Di kesempatan tersebut, beliau mengutarakan “Kami berharap para blogger membatu mempromosikan Pangkalpinang dengan cara menulis, memotret dan menyebarkan ke seluruh penjuru dunia melalui internet”.

Lebih lanjut beliau menambahkan jika di Pangkalpinang akan sering dilakukan kegiatan bertaraf nasional maupun internasional sebagai ajang promosi kunjungan pariwisata.

“Selain fokus penanganan pasca banjir, saat ini kami juga konsentarsi pada persiapan-persiapan agenda wisata di Pangkalpinang. Kami sebut Pangkalpinang Go Internasional”, pungkasnya.

Kembali Ke Gowes Asmara Pesona Pangkalpinang

Usai rehat sambil menikmati sajian kuliner khas Pangkalpinang seperti Laksa Bangka dan  Kwe Tiaw Ikan Tenggiri, kami pun melanjutkan perjalanan etape kedua Gowes Asmara dengan titik akhir kembali ke rumah dinas walikota yang berada persis di utara Alun-alun Merdeka.

Jika di etape pertama kami melintasi Jl. Soekarno – Hatt > Jl. Pulau Pelepas > Jl. Pulau Bangka > Jl. Depati Hamzah > Jl. Tanjung Bunga I > Jl. Raya Pasir Padi, di etape kedua kami diajak melalui Jl. Raya Pasir Padi > Jl. Ketapang Raya > Jl. Yos Sudarso > Jl. Jendral Soedirman.

Sepanjang perjalanan, tampak keceriaan warga menyambut kepala daerahnya melintas bersepeda.

Sesampainya di garis finish, puas rasanya. Terasa betul menjadi lelaki sejatinya. Karena lelaki sejati itu konon katanya harus menuntaskan apa yang sudah dia mulai. Lebih puas lagi, begitu tahu kalau jarak yang ditempuh lebih dari 30km.

Untunglah, ke Pangkalpinangnya bareng istri, jadi begitu tepar masih ada yang mijitin. Heheheeee… jadi, #AyoMenikah! 😛

  • 195 Posts
  • 61 Comments
Kala senggang di antara bekerja sebagai web master sebuah perusahaan travel, nyambi sebagai social media planner dan digital marketing agency, saya sempatkan menulis di blog ini.