Ulasan Pengalaman Menggunakan Cloudways (Sebuah Layanan Managed Cloud Hosting)

Beberapa bulan ini saya coba menggunakan Cloudways. Sebuah perusahaan SaaS (Software-as-a-Service) berbasis di Malta, yang bergerak di bidang Cloud Managed Hosting. Sebagian besar blog dan web milik klien yang saya kelola, saya pindahkan ke Cloudways. Alasan pertama saya berani mencoba Cloudways adalah; “saya butuh VPS, tapi saya gak mau terlalu repot”. Saya tidak mau terlalu pusing menghabiskan banyak waktu untuk urusan konfigurasi VPS, mengatur firewall, patch update, trouble handling, dan lain-lain. Cukup fokus di content management saja.

Di Cloudways saya tinggal milih mau pake vendor server mana; AWS, Vultr, Amazon, Google, Kyup atau DigitalOcean (kemungkinan akan terus bertambah, dan saya berharap tersedia juga Linode sekarang sudah tersedia juga Linode – update 31 Oktober 2017). Selanjutnya, untuk setup CMS seperti WordPress, Magento, Drupal dan Joomla bisa kita eksekusi di platform Cloudways yang menurut saya sangat user firendly.

Aplikasi/CMS yang tersedia memang tak sebanyak di Softaculous, tapi buat saya ini sudah lebih dari cukup. Toh, kebanyakan aplikasi di Softaculous-pun gak semuanya kita butuhkan.

Baca Juga3 CMS Buatan Indonesia Ini Telah Tersedia di Softaculous

Kesan Pertama Setelah Pindah ke Cloudways

Awalnya? seperti migrasi hosting pada kebanyakan kasus; was-was! Apalagi belum banyak yang mengulas Cloudways di Indonesia. Tapi, rasa was-was saya agak teredam, karena Cloudways menyediakan program uji coba gratis alias Free Trial tanpa syarat harus memasukan kartu kredit. Ya sudah, tanpa pikir terlalu panjang langsung sign up. Satu blog saya jadikan kelinci percobaan migrasi.

Mudahnya Migrasi WordPress ke Cloudways

Ada 2 cara yang selama ini saya gunakan jika memindahkan situs berbasis WordPress (dengan catatan sama-sama menggunakan cPanel):

  1. Dengan menggunakan script pemindahan host to host, di mana saya tidak harus melakukan backup dan download-upload secara manual.
  2. Jika cara pertama gagal, terpaksa backup dan download-upload secara manual.

Di Cloudways ini sebagaimana yang disebutkan tadi, tidak pakai cPanel. Meski demikian, strategi cerdas dari Cloudways ialah dengan  menyediakan plugin migrator (hasil kerjasama dengan BlogVault) yang akan memindahkan situs WordPress kita secara utuh, lengkap seisi folder Public HTML, tanpa ada yang berubah.

Prosesnya? emejing! Blog yang berukuran 444MB  tidak sampai 4 menit sudah pindah ke rumah baru. Seperti ini tampilan proses migrasinya:

Proses Migrasi ke CloudwaysSetelahnya, saya hanya tinggal melakukan propagasi domain.

Percepat Loading Web dengan Plugin Cache Breeze (Buatan Cloudways Sendiri)

Plugin lain yang disediakan oleh Cloudways adalah Breeze. Breeze merupakan plugin caching WordPress yang gratis, sederhana, dan mudah digunakan. Fiturnya menawarkan berbagai pilihan untuk mengoptimalkan kinerja situs berbasis WordPress di berbagai tingkatan. Breeze berfungsi dengan baik untuk WordPress, WordPress dengan WooCommerce dan WordPress Multisite.

Tampilan Plugin Breeze Caching
Tampilan Plugin Breeze Caching

Beberapa kelebihan plugin Breeze:

  1. Kinerja: Breeze meningkatkan kecepatan situs dan pengoptimalan sumber daya. Fitur lainnya termasuk sistem cache level file, pembersihan database, minification, dukungan untuk cache Varnish dan pilihan integrasi CDN yang disederhanakan.
  2. Kenyamanan: Breeze mudah dipasang dan dikonfigurasi langsung dari WordPress. Mengkonfigurasi Breeze sangat mudah dan sebagian besar pilihan default bekerja dengan baik. Out of the box banget konsepnya buat yang malas repot-repot mengkonfigurasi plugin cache.
  3. Kesederhanaan: Breeze dirancang agar sederhana bagi semua pengguna. Instal dan aktifkan plugin ini dan Anda akan melihat hasilnya secara instan.

Karena Cloudways sudah menggunakan teknologi Varnish, plugin Breeze yang juga suport untuk teknologi Varnish bisa menunjukan performa yang lebih baik lagi dibanding plugin cache lainnya.

Kelebihan Cloudways

Ngomongin soal keistimewaan Cloudways, secara garis besar saya bisa mengatakan puas dan salut. Mereka mengerti apa yang dibutuhkan oleh banyak orang. Tidak hanya menghadirkan solusi, tapi Cloudways juga membuka jalan agar orang menemukan solusi tersebut. Contohnya; layanan mereka belum begitu populer, karena mereka sadar bahwa tidak semua orang bisa langsung menerima begitu saja produk mereka, akhirnya disediakanlah free trial yang gak’ pake ribet.

Mudahnya Konfigurasi Server di Cloudways (Sumber. Cloudways.com)
Mudahnya Konfigurasi Server di Cloudways (Sumber: Cloudways.com)

Trial-nya pun tanpa batasan fitur. Satu-satunya batasan yang diberikan adalah soal waktu. Lanjut bayar setelah masa uji coba habis tinggal ready to use. Gak bayar, tinggal blokir.

Secara garis besarnya begitu, secara garis printilannya, oke, coba saya gelar disini.

Pertama, seperti yang saya katakan di awal-awal paragraf. Cloudways memberikan kemudahan bagi kita yang ingin menggunakan VPS, tapi tidak mau ambil pusing dengan segala konfigurasinya dan maunya tinggal pakai.

Kedua, support-nya ready 24 jam non-stop dan sangat cepat. Padahal hanya melalui live chat. Jika di layanan hosting pada umumnya harus melalui tiket (kasus tertentu), di Cloudways semuanya dilakukan via live chat. Menurut saya ini jauh lebih simple dan sederhana.

Ketiga, tersedia banyak modul panduan. Sebelum masuk lebih jauh ke live chat, kita bisa menemukan modul solusi umum untuk beberapa hal teknis. Ini cara yang efektif untuk meminimalisir trafik ke live chat, sehingga yang masuk ke live chat benar-benar orang yang tidak mampu menangani sendiri. Selain itu, kita juga jadi punya kesempatan belajar.

Keempat, soal fitur. Selain hanya menggunakan vendor data center terpercaya, Cloudways juga memberikan terapan teknologi yang dapat memaksimalkan pelayanan mereka terhadap konsumen. Saya tidak akan menguraikannya disini, untuk fitur selengkapnya Anda bisa kunjungi langsung halaman Fitur Cloudways. Yang jelas, mereka membuat blog saya jauh lebih cepat. Bahkan jika dikur menggunakan Think With Google, bisa sampai 3 detik untuk mobile loading rata-rata.

Kelima, kita bisa membuat tim kolaborasi di satu akun platform Cloudways, di mana masing-masing angota tim memiliki akses yang privilege-nya bisa kita atur untuk proyek yang sedang dikerjakan. Bagi saya yang kadang harus bekerja tim, jelas ini sangat memudahkan.

Keenam, ini yang terbaru. Mereka baru saja menambahkan layanan Content Delivery Network (CDN) yang terintegrasi hasil kolaborasi dengan StackPatch. Selain harganya yang bersahabat, tentu layanan CDN ini  juga memudahkan kita tanpa harus mengelola pembayaran dan konfigurasi di banyak tempat.

Ketujuh, pay as you go. Kita hanya membayar sesuai dengan sumber daya yang kita gunakan. Metode pembayaran bisa menggunakan Kartu Kredit atau PayPal.

Kedelapan, SSL Gratis. Ya, Cloudways telah menyediakan Secure Socket Layer (SSL) gratis dari Let’s Encrypt. Cara penginstalannya pun sangat mudah. Kita cukup memasukan nama domain dan alamat email, selanjutnya tinggal klika “Instal”.

Baca Juga

Kekurangan Cloudways

Saya tidak ingin disebut kurang fair karena yang disampaikan hanya kelebihannya saja. Kita semua tahu, tidak ada yang benar-benar sempurna, tapi kita juga bisa mempertimbangkan mereka yang selalu berusaha untuk terus menjadi lebih baik.

Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi kekurangan dari Cloudways, tapi saya percaya mereka akan terus berinovasi untuk meningkatkannya menjadi lebih baik. Apalagi mereka sangat terbuka menerima masukan dari konsumennya, masukan inovasi yang paling populer biasanya segera mereka eksekusi.

Pertama, harga yang sedikit selisih lebih mahal di banding dengan berlangganan langsung ke vendor. Ya wajar sih sebetulnya, karena kita juga mendapatkan berbagai keuntungan, mulai dari kemudahan, kecepatan dan lain-lain. Namanya juga “Managed”.

Kedua, belum tersedia File Manager. Bagi sebagian besar orang mungkin ini cukup merepotkan, tapi saya pikir ini tidak terlalu menjadi hambatan, karena selain jarang diperlukan, sekalinya perlu bisa diakses menggunakan FTP.

Ketiga, kita tidak bisa pindah dari satu server ke server lain yang beda vendor, atau dari satu lokasi ke lokasi lain. Misal, dari Amazon ke Google Cloud dan dari Singapura ke USA. Yang bisa dilakukan saat ini baru Vertical Scaling.

-oOo-

Itulah sedikit catatan saya mengenai pengalaman setelah menggunakan Cloudways. Info lebih lengkapnya Anda bisa mengunjungi Situs Resmi Cloudways (link mengandung kode afiliasi, tidak ada kerugian apapun bagi yang meng-klik-nya. 😛 ).

  • 195 Posts
  • 61 Comments
Kala senggang di antara bekerja sebagai web master sebuah perusahaan travel, nyambi sebagai social media planner dan digital marketing agency, saya sempatkan menulis di blog ini.