6 Cara Agar Hosting Tidak Cepat Penuh

Beberapa waktu belakangan ini saya menerima keluhan dari beberapa teman blogger soal kapasitas hostingnya yang cepat penuh. Dampaknya, blog semakin berat diakses, tidak bisa diperbarui baik engine, pengaya, maupun kontennya. Tragisnya lagi, ditangguhkan (suspend) oleh penyedia layanan. Berlatar kejadian tersebut, saya berasumsi jangan-jangan memang banyak yang merasakan hal demikian, karena saya sendiri pernah mengalaminya. Akhirnya, hati, pikiran dan tangan saya tergerak untuk membuat postingan 6 cara agar hosting tidak cepat penuh ini (halah, dramatis banget! 😀)

Belajar dari pengalaman yang pernah saya rasakan, hal-hal berikut biasanya sering jadi biang kerok kenapa hosting yang kita pakai cepat penuh.

  1. Salah pilih paket hosting
  2. Penggunaan pengaya (plugin) dan tema yang berlebih
  3. Penggunaan dan pengunggahan media (gambar, audio dan video) yang ngasal.
  4. Riwayat revisi dan kesalahan (Error Log) yang tinggi
  5. Riwayat statistik yang tinggi.
  6. Sampah yang menumpuk dan belum terhapus permanen.
  7. Intensitas ngeblog yang tinggi

Dari keenam hal di atas, khusus nomor 7 sebetulnya bukan masalah, hanya saja intensitas ngeblog yang tinggi bisa jadi masalah ketika ada yang salah pada bagian lainnya seperti yang sudah disebutkan di atas. Masalah sudah teridentifikasi, sekarang kita bahas solusinya agar kapasitas hosting Anda tidak cepat penuh.

1.      Memilih Paket Hosting

Sebelum menentukan paket hosting yang akan dipilih, saya menyarankan tidak menggunakan istilah “coba-coba”, kecuali jika Anda sudah siap untuk berbagai masalah yang akan dihadapi di kemudian waktu, termasuk migrasi atau upgrade.

Berapapun kapasitas hosting yang Anda pilih, pada dasarnya suatu saat akan penuh. Tapi, memilih hosting dengan kapasitas yang tidak terlalu kecil bisa membuat Anda lebih leluasa. Saya tidak akan merekomendasikan Anda memilih hosting dengan kapasitas (disk space) kurang dari 500MB, apalagi 100MB, baru instal WordPress saja, setengahnya sudah habis terpakai. Belum untuk pencadangan (backup) berkala, tema, pengaya dan konten.

500MB pun masih dirasa kecil sebetulnya, tapi ini bisa jadi kapasitas minimum yang cukup untuk 1-2 tahun, selama Anda menggunakannya dengan sangat bijak. Di nomor 2 dan selanjutnya adalah cara-cara sederhana untuk menggunakan hosting dengan bijak.

Baca juga: Pilihan Hosting Unlimited Indonesia dengan Harga Terjangkau

2.      Penggunaan Pengaya (Plugin) dan Tema yang Wajar

Jika Anda menggunakan WordPres sebagai sistem manajemen konten blog Anda, penggunaan pengaya dan tema yang cantik mungkin hal yang menarik. Tapi jangan salah, penggunaan yang tidak wajar juga bisa mempercepat penuhnya kapasitas hosting Anda.

Yang paling jarang kita sadari ketika meng-instal plugin baru ialah, beberapa plugin tidak hanya menambah direktori dan file baru, tapi juga menghasilkan baris basis data (database) baru. Sila periksa di MySQL Anda.

Sederhananya, pengaya yang bisa Anda prioritaskan untuk dipasang antara lain;

  1. Jetpack
  2. WP Supercache
  3. WP Spamshield atau Akismet
  4. YOAST SEO
  5. WP Optimize

Dengan 5 pengaya itu saja, Anda sudah bisa mendapatkan 32 fitur yang belum tentu semuanya terpakai. Kecuali jika memang tema yang Anda gunakan mengharuskan Anda memasang pengaya khusus, seperti Visual Composser dan Layer Slider/Revolution Slider.

Catatan: Anda tidak perlu mengaktifkan semua fitur yang ada di Jetpack. Pilihlah fitur yang betul-betul Anda butuhkan.

Baik pengaya maupun tema yang Anda pasang, jika tidak digunakan sebaiknya dihapus saja. Khusus untuk tema, cukup sisakan 1 tema bawaan dari WordPress (misal: Twenty Eleven)

3.      Gunakan Media (Gambar, Audio dan Video) Secara Efisien

Ini penyebab paling umum kenapa hosting Anda bisa cepat penuh. Anda perlu melakukan beberapa langkah sederhana agar penggunaan konten seperti gambar, audio dan video tidak terlalu menyita jatah kapasitas hosting Anda.

Gambar

Lakukan penyesuaian ukuran (kompresi). Cara mudahnya, sesuaikan lebar maksimal gambar yang akan Anda pakai dengan lebar (width) halaman pos di blog Anda. Untuk melihat berapa lebar halaman pos blog Anda, buka halaman posnya > klik kanan pada tetikus (mouse) > Inspect Element. Sebagai contoh, kurang lebih akan terlihat seperti berikut:

lebar halaman blog

Terlihat, lebar halaman pos di blog saya 696px. Ini artinya, gambar yang digunakan sebetulnya cukup dengan lebar 696px (lebar pos di blog Anda mungkin akan berbeda lagi).

Kebanyakan dari kita kadang  tidak peduli soal ukuran ini. Bahkan, foto utuh dari jepretan kamera dengan resolusi tinggi pun langsung diunggah. Akibatnya, bukan hanya hosting yang cepat penuh, tapi blog-nya pun akan berat diakses.

Baca juga: Cara Resize dan Watermark Foto Secara Otomatis Menggunakan FastStone Resizer

Audio & Video

Jika Anda ingin menyertakan audio atau video di halaman pos Anda, sebaiknya gunakan layanan pihak ketiga, seperti Soundcloud dan Youtube, baru kemudian menyematkannya (embed) ke halaman pos Anda. Sama kasusnya dengan gambar, jika Anda memaksakannya memuat audio dan video di hosting Anda, bukan hanya membuat kapasitas hosting cepat penuh, tapi beban bandwith Anda pun akan bertambah.

4.      Riwayat Revisi & Kesalahan (Error Log)

Sekarang WordPress memungkinkan penggunanya untuk melakukan restore pos atau halaman yang sudah diubah. Fitur ini sangat menarik dan sebetulnya sangat membantu. Lebih dari sekadar undo, karena konten yang bisa di-restore bukan hanya saat dilakukan editing, tapi juga riwayat perubahan di waktu lampau. Hanya saja, seiring dengan berjalannya waktu dan banyaknya riwayat revisi yang tersimpan, catat riwayat (log) juga akan menyita kapasitas hosting.

Untuk itu, jika sebuah pos atau halaman dirasa sudah final proses revisinya, sebaiknya Anda menghapus riwayat revisi tersebut. Anda bisa menggunakan pengaya WP Optimize untuk melakukannya.

Riwayat Kesalahan (Error Log) adalah sebuah sistem pada cPanel hosting yang akan mencatat semua kesalahan pada  blog. Kesalahan-kesalahan tersebut menyebabkan sebagian atau keseluruhan blog tidak bisa diakses. Riwayat kesalahan ini terdokumentasikan di cPanel > Metric Error > Error. Sedangkan file riwayatnya terdapat di cPanel > File Manager > Public HTML > error_log. Anda bisa menghapus file riwayat ini jika ukurannya dirasa sudah terlalu besar.

5.      Hapus Riwayat Statistik

Secara default, cPanel telah dilengkapi dengan fitur statistik kunjungan, yaitu AWStats. Suka tidak suka, dibutuhkan tidak dibutuhkan, AWStats akan terus mencatat log statistik kunjungan, bandwith dan lain sebagainya di blog Anda.

Riwayat AWStat

Untuk menghapus riwayat AWStats, masuk ke cPanel > File Manager > Home > .tmp > awstats

6.      Hapus Permanen Sampah di cPanel

Setiap file yang Anda hapus di cPanel, sebetulnya tidak langsung hilang dan tidak juga mengurangi penggunaan kapasitas hosting Anda. File-file yang dihapus tersebut masih tersimpan di folder sampah layaknya Recycle Bin di komputer Anda. Folder sampah ini ada di File Manager > Home > .trash.

Hapus file sampah di cPanel

Jika sampah-sampah tersebut benar-benar tidak dibutuhkan lagi, silakukan lakukan pengosongan dengan menghapusnya secara permanen.

Itulah 6 cara agar hosting tidak cepat penuh yang bisa kita lakukan. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

  • 195 Posts
  • 61 Comments
Kala senggang di antara bekerja sebagai web master sebuah perusahaan travel, nyambi sebagai social media planner dan digital marketing agency, saya sempatkan menulis di blog ini.