Melipir ke Air Terjun Curug Cilember

Mumpung lagi di Bogor, arah kaki dan mata kamera kali ini saya tujukan ke Curug Cilember di kawasan Cisarua. Aksesnya yang tidak sulit membuat Curug Cilember sudah tidak asing lagi bagi para pecinta wisata alam, khususnya air terjun. Meski demikian, tidak semuanya sanggup menjelajah banyaknya air terjun di Cilember, karena di sini ada 7 air terjun yang bisa kita tuju dengan berjalan kaki menanjak dan menurun. Diawali dengan air terjun ke 7, semakin kecil angkanya semakin tinggi letak lokasinya.

Akses transportasi ke Curug Cilember sangat mudah sekali, baik menggunakan kendaraan pribadi roda dua atau empat, maupun menggunakan angkutan umum. Dari pusat Kota Bogor, saya memulainya dengan naik angkutan kota (angkot) 01 trayek Baranang Siang – Ciawi, ongkosnya hanya 3 ribu rupiah. Sampai di Ciawi saya nyambung lagi naik angkot warna biru nomor 02 trayek Ciawi – Cisarua.

(klik gambar untuk tampilan lebih besar)

Karena lupa persisnya jalan masuk ke Cilember, ke pengemudi angkotnya saya bilang minta diturunkan di jalan masuk Cilember. Tidak usah khawatir, hampir semua pengemudi angkot tahu. Ongkosnya 5 ribu rupiah.

Turun dari angkot, perjalanan selanjutnya ditempuh dengan menggunakan jasa ojek. Di sini sebaiknya tanya harga dulu, biar deal dan sama-sama enak. Biasanya sih, sudah umum 20 ribu rupiah. Lebih dari itu bisa, kurang dari itu sangat kecil kemungkinannya. Kalau mau jalan kaki saja juga silahkan, tidak terlalu jauh juga jaraknya, hanya 7 – 8 kilometer dengan trek menanjak.

(klik gambar untuk tampilan lebih besar)

Total kurang lebih dengan perjalanan yang lancar butuh waktu 1,5 – 2 jam dari pusat Kota Bogor ke Curug Cilember. Sesampainya di lokasi kita bisa langsung beli tiket masuk seharga 10 ribu rupiah. Dari pintu masuk ke air terjun ke 7 tidak terlalu jauh, hanya sekitar 50 meter. Menariknya, di sini kita juga bisa berkemah dengan menyewa tenda-tenda yang sudah disediakan oleh pengelola. Jadi lebih cocok kalau buat acara family atau community gathering.

Menurut legendanya, konon area Curug Cilember merupakan tempat bersemayamnya putri kerajaan Pasundan yang cantik jelita.  Ia memiliki raut wajah yang awet muda lantaran sering mandi ketujuh air terjun tersebut.  Hingga akhir hayatnya, ia tetap berada di sekitar area Wana Wisata Curug Cilember untuk menjaga area curug terebut. Hingga kini penduduk sekitar tidak mengetahui pasti keberadaaannya.

(klik gambar untuk tampilan lebih besar)

Soal fasilitas, sudah sangat lengkap. Ada tempat parkir, mushola, toilet di setiap titik air terjun, warung jajanan, penginapan, sampai aula juga tersedia. Jika Anda pecinta fotografi, pastikan tripod tidak lupa dibawa. Saya sendiri adalah salah satu orang yang kecewa karena lupa bawa tripod.

  • 176 Posts
  • 61 Comments
Kala senggang di antara bekerja sebagai web master sebuah perusahaan travel, nyambi sebagai social media planner dan digital marketing agency, saya sempatkan menulis di blog ini.