Mengenal Penggunaan Lisensi Creative Commons Untuk Blog

Pada dasarnya lisensi Creative Commons bisa diaplikasikan oleh siapa saja, bukan hanya blogger. Siapa saja yang dimaksud di sini adalah mereka yang membuat dan/atau mendisitribusikan konten, baik secara daring maupun luring. Di sini secara khusus saya membuat artikel Mengenal Penggunaan Lisensi Creative Commons oleh Blog dengan alasan bahwa blogger adalah salah satu konten kreator yang melakukan distribusi konten di ranah daring secara masif. Kita bisa melihatnya dari hasil pencarian di mesin pencari hasil yang tampil dominan adalah konten-konten yang dibuat oleh blogger.

Kepada teman-teman blogger, sebelum kita membahas lebih jauh soal penggunaan lisensi Creative Commons, ada beberapa poin pertanyaan yang nanti akan relevan dengan manfaat dan pentingnya penggunaan lisensi Creative Commons, yaitu:

  1. Apa lisensi blog Anda?
  2. Bolehkah orang lain menggunakan, menyalin dan mendistribusikan ulang konten di blog Anda? Jika boleh, apa syaratnya?
  3. Pernahkan Anda menggunakan gambar atau konten lainnya milik oran lain? Jika pernah, apa lisensi dari gambar atau konten yang digunakan tersebut?
  4. Apakah menurut Anda kita boleh menggunakan gambar atau konten lainnya milik orang lain asalkan menyebutkan sumbernya?
  5. Jika jawaban pertanyaan nomor 4 adalah “boleh”, bagaimana cara Anda memastikan bahwa situs/blog dimana Anda mengambil gambar tersebut benar-benar sumber awal dan situs/blog tersebut tidak mengambilnya juga dari situs lain?

Jika saya menyampaikan pertanyaan tersebut ke teman-teman blogger, rata-rata jawabannya adalah:

  1. Tidak tahu dan bingung
  2. Boleh. Asalkan menyebutkan sumbernya.
  3. Pernah dan tidak tahu lisensinya. Entah itu Copyrigt, Creative Commons atau Public Domain.
  4. Iya, boleh.
  5. Tidak kepikiran sampai sana. Langsung tuliskan saja situs/blog tempat kita mengambil gambar sebagai sumbernya.

Kalau kita perhatikan dari rangkaian jawaban di atas, ada sesuatu yang bias. Kekurangpedulian kita terhadap lisensi konten menjadikan kita bukan hanya tidak terlalu peduli dengan lisensi konten milik orang lain beserta jalur distribusinya, tapi kita juga kurang peduli dengan konten milik kita sendiri.

Bisa jadi, orang yang menggunakan konten milik kita tanpa izin tidak sepenuhnya salah

Kenapa bisa demikian? umumnya karena kita tidak memberikan keterangan lisensi apapun terhadap blog kita. Tidak ada keterangan Copyright © (menunjukan bahwa konten Anda memiliki hak cipta), juga Creative Commons. Yang membuatnya salah terbatas pada masalah etika. Selebihnya, kita telah berlaku lalai terhadap properti milik sendiri.

Disinilah pentingnya fungsi lisensi. Kita bisa mengatur batasan terhadap penggunaan konten milik kita, sehingga mekanisme dan/atau distribusi penggunaannya menjadi lebih jelas. Selain itu, jika kita peduli dengan persoalan lisensi ini, kita akan hati-hati dan tahu cara penggunaan konten milik orang lain sesuai dengan lisensi yang diberikan.

Kenapa lisensi Creative Commons?

Sekilas tentang fungsi Creative Commons, Creative Commons  (CC) memungkinkan kita untuk melisensi tulisan, foto, atau video kita sendiri, atau apapun yang dibuat secara gratis. Ini memberitahu orang-orang bahwa konten kita tersedia untuk disalin, dirubah dan dikombinasi dengan konten mereka, bahkan didistribusikan kembali.

Kita harus memahami, bahwa jenis lisensi CC dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan penulis. Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin berbeda dari kasus ke kasus:

Atribusi (CC-BY)

Penulis (pemilik konten) dapat menentukan bahwa karyanya dapat digunakan dengan syarat harus menyebutkan sumber atas ciptaan (konten) tersebut sesuai dengan cara yang ditetapkan oleh pencipta atau pemberi lisensi (tetapi tidak dengan cara seakan-akan pencipta atau pemberi lisensi tersebut mendukung Anda atau penggunaan Anda terhadap ciptaan tersebut).

Derivasi

Penulis (pemilik konten) dapat menentukan apakah tulisannya dapat dimodifikasi atau tidak. Jika tidak bisa, kita tinggal menambahkan kode ND (No Derivatives)

Komersial atau Non-Komersial

Penulis dapat mengizinkan karya mereka digunakan untuk tujuan komerssial atau non-komersial (NC). Jika tidak boleh dikomersialkan, kita tinggal menambahkan kode NC (Non Comercial)

Bagikan Serupa

Lisensi yang sama harus digunakan jika karya tersebut direproduksi oleh pihak ke-3 dan seterusnya.

Mengkombinasikan faktor menjadi satu lisensi

Menariknya lisensi Creative Commons, kita dapat mengkombinasi faktor-faktor yang sudah disebutkan tadi (Atribusi, Derivasi, Komersialisasi dan Bagikan Sama) menjadi 6 jenis lisensi, yaitu:

CC BY
CC BY

Atribusi

Atribusi (CC BY) merupakan lisensi Creative Commons paling longgar. Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan, bebas komersial maupun non-komersial. Syaratnya hanya satu, mencantumkan kredit kepada Anda atas ciptaan asli.

CC BY-SA
CC BY-SA

Atribusi-Berbagi Serupa

Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bahkan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Anda dan melisensikan ciptaan turunan di bawah syarat yang serupa. Lisensi ini seringkali disamakan dengan lisensi “copyleft” pada perangkat lunak bebas dan terbuka. Seluruh ciptaan turunan dari ciptaan Anda akan memiliki lisensi yang sama, sehingga setiap ciptaan turunan dapat digunakan untuk kepentingan komersial. Lisensi ini juga digunakan oleh Wikipedia.

CC BY-ND
CC BY-ND

Atribusi-Tanpa Turunan

Lisensi ini mengizinkan penyebarluasan ulang, baik untuk kepentingan komersial maupun nonkomersial, selama bentuk ciptaan tidak diubah dan utuh, dengan pemberian kredit kepada Anda.

CC BY-NC
CC BY-NC

Atribusi – Non Komersial

Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan atas karya Anda bukan untuk tujuan komersial. Mereka harus tetap mencantumkan kredit kepada Anda dan tidak harus melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang sama dengan ciptaan asli.

CC BY-NC-SA
CC BY-NC-SA

Atribusi- Non Komersial – Berbagi Serupa

Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama mereka mencantumkan kredit kepada Anda dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli.

CC BY-NC-ND
CC BY-NC-ND

Atribusi – Non Komersial – Tanpa Turunan

Lisensi ini adalah lisensi yang paling ketat dibanding lisensi Creative Commons lainnya. Anda hanya mengizinkan orang lain untuk mengunduh ciptaan Anda dan membaginya dengan orang lain dengan syarat harus mencantumkan kredit kepada Anda dan mereka tidak dapat mengubahnya dengan cara apapun atau menggunakannya untuk kepentingan komersial.

Anda dapat mengunjungi situs resmi Creative Commons untuk lebih memahami semua rincian dari lisensi CC yang berbeda.

Banyak yang mengira bahwa Creative Commons menentang hak cipta. Padahal sebetulnya Creative Commons memungkinkan Anda untuk menjaga hak cipta dan memungkinkan orang lain untuk menyalin dan mendistribusikan karya Anda jika mereka mengikuti kondisi yang Anda tentukan. Lisensi Creative Commons menciptakan situasi win-win-win Solustion : Anda menang, orang yang menggunakan karya Anda menang, dan masyarakat umum juga menang. Ini sangat meminimalisir perselisihan. Ini lebih baik, ketimbang karya Anda didupplikasi tanpa aturan yang jelas.

Titik dimana Anda harus berhati-hati menyangkut lisensi CC adalah mengenai teks, seperti posting blog. Lisensi konten Anda di bawah CC akan memungkinkan orang untuk mempublikasikan ulang konten tulisan Anda. Banyak orang yang menilai ini bisa menciptakan beberapa masalah dengan Google, karena bisa dianggap duplikat konten. Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat menegaskan supaya orang menghubungkan kembali ke sumber aslinya ketika melakukan re-publish di blog lain.

Lisensi Gambar di bawah Creative Commons

Kebanyakan dari kita menggunakan pencarian Google atau Flickr dalam mencari gambar untuk blog sendiri. Padahal tidak setiap gambar di situs yang disebutkan di atas adalah bebas untuk digunakan.

Beberapa gambar Flickr (dan hasil pencarian di Google) adalah “All rights reserved“, sehingga Anda tidak bisa hanya menyalin dan menggunakannya.

Bersyukurnya, beberapa gambar dilisensikan dengan lisensi Creative Commons. Anda dapat melakukannya di Google dengan menggunakan Google Image Search Lanjutan untuk menemukan gambar yang cocok. Anda juga dapat menggunakan fitur “Advanced Search” di Flickr yang secara khusus mencari gambar CC.

Ketika orang mengunggah gambar dan melakukannya secara massal cenderung tidak menyisihkan waktu untuk memberi nama, judul, dan tag di setiap gambarnya. Ini menjadi masalah ketika ada orang lain yang membagikan foto tersebut dan melakukan beberapa teknik optimasi gambar. Ia akan mengungguli gambar pada sumbernya. Jadi, jika Anda mengunggah foto secara masal jangan lupa sishkan waktu untuk memberinya nama, judul, dan tag.

Creative Commons pada video di YouTube

Sekarang YouTube memungkinkan Anda untuk meng-upload video dibawah lisensi Creative Commons. Anda juga dapat menggunakan remix video yang berlisensi CC untuk meracik video Anda jadi lebih menarik dengan editor video YouTube untuk memotong, menggabungkan,  memutar klip dan banyak lagi.

Sama seperti untuk blog, video Anda di bawah lisensi CC juga akan meningkatkan link ke video YouTube Anda, memberi kesempatan untuk lebih banyak dilihat.

Sekarang, apakah Anda mulai tertarik menggunakan lisensi Creative Commons?. Bagikan pengalaman Anda agar setiap orang dapat terinspirasi untuk berkarya dengan lebih kreatif.

  • 176 Posts
  • 61 Comments
Kala senggang di antara bekerja sebagai web master sebuah perusahaan travel, nyambi sebagai social media planner dan digital marketing agency, saya sempatkan menulis di blog ini.