Library Cafe, Inovasi Cerdas dan Mencerdaskan

Banyak yang memprediksi kalau dunia perpustakaan sedang memasuki masa suram, dan bisa jadi buku-buku karya para penulis hebat pun hanya berselimutkan debu di atas rak kayu yang semakin hari semakin usang dan lapuk. Eksistensi perpustakaan harus jatuh bangun bersaing dengan derasnya perkembangan internet.

Library Cafe
Library Cafe (ilustrasi) by. lanecrawford.com

Pelajar dan mahasiswa yang selama ini menjadi pengunjung setia perpustakaan lebih tertarik untuk pergi ke warnet ketika mencari referensi untuk pembuatan karya tulis atau makalahnya ketimbang datang ke perpustakaan. Padahal tidak jarang dari niat mencari referensi tersebut malah berubah menjadi kegiatan copy – paste. Sisi kemudahan sering menjadi alasan orang untuk lebih baik datang ke warnet di banding ke perpustakaan.

Sisi lain dari kebiasaan pelajar atau mahasiswa adalah betah kumpul-kumpul sambil nongkrong di tempat yang dirasa nyaman. isi inilah yang kemudian oleh beberapa orang dilihat sebagai peluang, peluang diantara bisnis dan menumbuhkan kembali semangat menghabiskan waktu di perpustakaan.

Library Cafe, merupakan sebuah kombinasi dari perpustakaan dan kafe. Dengan kombinasi ini perpustakaan tidak lagi menjadi tempat yang terkesan kaku, serius, dan menjemukan. Begitu juga dengan kafe, tidak lagi hanya sekedar untuk minum secangkir capucino sambil ngobrol-ngobrol apalagi melamun..

Kombinasi library cafe adalah sebuah inovasi yang dapat menjadi alternatif bagi siapapun yang mau nongkrong tapi bermanfaat. Beberapa tempat yang yang sudah menerapkan konsep ini adalah :

  • The U Coffe – Bistro & Library, Jl. Tanjung Duren Barat I NO. 12 Jakarta Barat
  • Kineruku – Rumah Buku, Jl. Hegarmanah 52, Bandung
  • ZOE – Cafe & Library, Jl. Margonda Raya, Depok – Jawa Barat

Faktor terpenting yang harus diperhatikan oleh para pengelola library cafe antara lain :

Kenyamanan, ini adalah sesuatu yang mutlak. Dengan kondisi yang nyaman siapapun akan merasa bahwa dirinya dihargai dan dihormati. Tidak sedikit orang yang rela membayar lebih untuk mendapatkan kenyamanan. Kenyamanan bisa dimulai dari kondisi kemanan, udara yang sejuk tapi tidak menyebabkan iritasi,lingkungan yang bersih, dan tidak bising.Dalam strategi bisnis, nyaman bisa diartikan bahwa Library Cafe harus bisa menjadi rumah kedua bagi orang-orang.

Fasilitas, jadikan library cafe yang dikelola memiliki fasilitas yang lengkap. Perhatikan hal-hal yang sepertinya sepele tapi sebetulnya penting, seperti tersedianya terminal listrik yang cukup bagi pengunjung yang ingin mengisi ulang baterai gadget nya. Tidak ada salahnya jika dilengkapi dengan koneksi internet nirkabel (Wi-fi), karena dapat menunjang kebutuhan pengunjung yang datang untuk mengerjakan tugas.

Katalog dan Citarasa Menu, unsur kafetaria tetap harus bisa menjadi andalan tambahan. Dengan banyaknya pilihan menu dengan rasa yang lezat dan nikmat dan tidak terlalu lama dalam penyajian, orang akan semakin merasa puas. Ini juga meminimalisir kesan bahwa orang datang hanya untuk membayar kenyamanan, meskipun memang itu bagin dari benar adanya.

Koleksi Buku. Untuk memperbanyak koleksi buku memang dibutuhkan modal yang tidak sedikit, tapi bagaimanapun ini bisa menjadi bahan pertimbangan orang untuk datang kembali atau mempromosikannya lewat obrolan-obrolan. Semakin lengkap koleksi buku yang tersedia akan semakin menghadirkan banyak pilihan bagi siapapun yang ingin mendapatkan banyak pengetahuan.

Bagiamana, tertarik untuk membuka usaha model Library Cafe ?, selamat berinovasi, inovasi yang cerdas dan juga mencerdaskan.

  • 195 Posts
  • 61 Comments
Kala senggang di antara bekerja sebagai web master sebuah perusahaan travel, nyambi sebagai social media planner dan digital marketing agency, saya sempatkan menulis di blog ini.